
Saat berjalan-jalan di wilayah perbukitan, pernahkah kamu menemukan area padang rumput luas?
Ketika diamati lebih dekat, padang rumput tersebut dipenuhi oleh rumput dan ilalang yang beragam. Kemudian, di antara hamparan rumput dan ilalang, kamu melihat beberapa pepohonan yang posisinya saling berjauhan.
Sekilas, kamu mungkin akan langsung teringat latar tempat film animasi “The Lion King” yang mengisahkan dua singa ikonik bernama Mufasa dan Simba. Film tersebut banyak mengekspos kemegahan padang rumput yang terinspirasi dari hutan sabana di Tanzania, Afrika.
Yup! Area padang rumput yang kamu lihat adalah jenis hutan sabana atau savanna. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sabana didefinisikan sebagai padang rumput yang ada pepohonannya. Hutan jenis ini didominasi oleh rumput dan ilalang yang beraneka ragam.
Untuk lebih jelasnya, yuk, simak pengertian, ciri-ciri, jenis, karakteristik, dan manfaat hutan sabana di bawah ini!

Sabana atau savanna adalah jenis hutan yang dipenuhi semak-semak atau rerumputan dan diselingi oleh pepohonan. Istilah “sabana” sendiri berasal dari kata “zavanna” pada abad ke-16 yang berarti “dataran tanpa pepohonan”. Itulah sebabnya sabana diartikan sebagai padang rumput luas yang didominasi oleh rerumputan, ilalang, atau semak-semak.
Mengutip dari Let’s Talk Science, sebagian besar tanaman yang berada di sabana adalah rerumputan tinggi dan pendek. Sementara, pepohonan sangat minim jumlahnya dengan jarak yang saling berjauhan.
Jumlah pohon di sabana bergantung pada lokasi dan air yang tersedia. Persentase pohon di sabana berkisar antara minimal 5–10 persen dan maksimal 25–80 persen dari total luas area hutan. Faktor yang paling memengaruhi jumlah pohon di sabana yaitu curah hujan dari tahun ke tahun.
Sabana banyak ditemukan di daerah beriklim tropis dan sub tropis, seperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Faktor yang mendukung terbentuknya hutan sabana yaitu suhu dan curah hujan.
Umumnya, suhu rata-rata di hutan sabana yaitu berkisar antara 20–30 derajat Celsius dan curah hujan tahunannya berada di angka sekitar 100–150 milimeter per tahun.
Curah hujan yang sedikit mengakibatkan tumbuhan kesulitan untuk menyerap air dan bertahan hidup. Kondisi tersebut lah yang membuat sabana didominasi oleh rerumputan. Pasalnya, dilansir Lawn and Weed Expert, rumput adalah salah satu tanaman yang mampu bertahan hidup beberapa minggu tanpa air. Saat kekurangan air, rumput akan mengalami dormansi, yaitu warnanya berubah menjadi coklat, tidak aktif, namun masih hidup.

Sabana merupakan zona peralihan antara padang rumput dan hutan. Ciri khas dari sabana yaitu iklim yang hangat dan kering secara musiman. Setidaknya, hutan jenis ini memiliki musim panas basah selama 6–8 bulan dan musim dingin kemarau selama 4–6 bulan.
Adapun ciri-ciri dan karakteristik hutan sabana secara lebih rinci adalah sebagai berikut:
Suhu di hutan sabana cenderung hangat, yaitu berkisar antara 20–30 derajat Celsius sepanjang tahun. Saat musim dingin, suhu di sabana berada di angka 20–25 derajat Celsius. Sementara, ketika musim panas, suhunya berkisar antara 25–30 derajat Celsius.
Hutan sabana memiliki curah hujan yang ringan hingga sedang. Mengutip dari lindungihutan, curah hujan di sabana berkisar antara 100–150 milimeter per tahun. Adapun dilansir Earth Reminder, hutan sabana menerima curah hujan antara 254–762 milimeter per tahunnya.
Hutan sabana memiliki musim panas yang basah dan musim dingin yang kering. Musim panas basah biasanya berlangsung selama 6–8 bulan, sementara musim dingin kering berlangsung selama 4–6 bulan.
Di sabana, tidak banyak pepohonan yang tumbuh layaknya hutan pada umumnya. Pepohonan yang tersebar di sabana tidak cukup lebat untuk membentuk kanopi tertutup. Sebab, posisi pohon-pohon di sabana saling berjauhan atau berpencar-pencar. Ciri khas dari sabana yaitu rerumputan atau semak-semak yang tinggi dan berkesinambungan. Mengutip dari PlantIn, berikut beberapa tanaman yang hidup di sabana:
Umumnya, hutan sabana dilapisi oleh tanah yang berwarna kecoklatan. Komposisi tanah di sabana didominasi oleh tanah liat.
Hutan sabana dapat ditemukan di sebagian besar benua yang memilki iklim tropis dan sub tropis, seperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Di Indonesia, kamu bisa menemukan hutan sabana di daerah-daerah berikut:

Hutan sabana dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis atau kategori, di antaranya:
Hutan sabana terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan tipe ekologinya, yaitu:
Hutan sabana terbagi menjadi dua jenis berdasarkan vegetasi penyusunnya, di antaranya:

Sama seperti hutan pada umumnya, sabana memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan makhluk hidup, di antaranya:
Umumnya, kita mengenal padang rumput sebagai tempat yang tandus dan hampa. Namun faktanya, sabana adalah salah satu bioma yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan makhluk hidup.
Tak jarang, seiring dengan perkembangan jaman, sabana mulai banyak dilirik untuk dijadikan destinasi wisata yang menarik perhatian para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Jadi, sabana mana saja yang pernah kamu kunjungi?
Sumber dan referensi:
Featured image: Ilustrasi hutan sabana (pixabay.com/ruidgs)
Savanna Biome, Let’s Talk Science
How Long Can Grass Survive Without Water? Lawn and Weed Exper
The African Savanna, storymaps
Most Common Savanna Plants, PlantIn
Savanna, San Diego Zoo Wildlife Alliance Animals and Plants
Savanna Grassland Ecosystem: Characteristics, Animals, and Plants, Earth Reminder


