• Bahasa Indonesia
  • English
  • Bayi Orangutan "Rickina" Dengan Luka Parang Dikepalanya.

    🗓️ 30 Agustus 2012 
    📁
    ✒️ Admin YIARI

    Orangutan "Rickina" dan "Merah" yang dibawa ke pusat penyelamatan darurat IAR Indonesia
    Pusat Rehabilitasi Orangutan Ketapang IAR Indonesia menerima 2 individu bayi orangutan betina dan jantan muda. Rickina adalah nama bayi orangutan betina yang berumur sekitar 5 bulan. Orangutan ini diselamatkan di Pontianak dari seorang pria yang mengaku bahwa ia bertemu dengan ibu orangutan dengan bayinya dihutan, pada saat ibu orangutan terkejut bertemu dengan manusia panik dan langsung meninggalkan bayi itu dan melarikan diri. Rasa iba dari seorang pria tersebut karena disebabkan luka di kepala bayi orangutan karena parang. Dia kemudian menyerahkan orangutan ke kantor BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Kalimantan Barat di Pontianak.  
    Orang-orang yang memiliki anak dan bayi orangutan sering menyampaikan bahwa mereka telah ditinggalkan oleh sang induk mereka tapi hal ini tidak selalu benar karena induk orangutan tidak akan pernah meninggalkan bayinya dan akan berjuang sampai mati untuk melindungi bayinya dari ancaman apapun baik hewan pemburu maupun manusia, luka di kepala Rickina terinfeksi dengan luka kulit dangkal dan kemungkinan akan segera sembuh dengan pengobatan yang baik dari medis. Selain terluka Rickina dalam kondisi baik dan akan ditempatkan di bagian karantina khusus bayi sampai pemeriksaan sampai dipastikan kesehatan pulih kembali dan masa karantina nya sudah berakhir. Setelah dari kandang Karantina akan diperkenalkan dengan anak orangutan lainnya dan proses sosialisasi dan rehabilitasi berlangsung.

    Dalam waktu yang hampir bersamaan pada tanggal 26 Agustus 2012, 1 individu anak orangutan berumur 3 tahun menjadi penghuni baru di Pusat Rehabilitasi Orangutan Ketapang IAR Indonesia bernama "Merah". Dia telah ditemukan berkeliaran sendirian di sepanjang jalan di daerah yang disebut Tanah Merah sekitar tiga jam perjalanan dari Ketapang. Untungnya orang-orang yang menemukannya mengetahui dengan Pusat Rehabilitasi Orangutan Ketapang IAR Indonesia dan langsung menyerahkan satwa malang tersebut untuk segera dirawat. "Merah" berarti merah dalam bahasa Indonesia, dari daerah di mana ia ditemukan. Dia benar-benar liar dan tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menetap di lingkungan barunya. 
    Untungnya kondisi kesehatan Merah cukup baik dan untuk saat ini ia akan dibiarkan damai di tempat karantina dan diberi waktu untuk terbiasa dengan lingkungan barunya.
    Penghuni "kecil" sementara yang menakjubkan menuju alam liar yang sesungguhnya.


    Oleh: Ayut Enggeliah Entoh
    Staff Eduksi dan Permberdayaan Yayasan IAR Indonesia
    Hp: 081 234 075 917
    🏷️ Tags :  
    YIARI Bogor
    Jl. Curug Nangka, Kp. Sinarwangi, Kel. Sukajadi, Kec. Tamansari, Bogor, Jawa Barat 16610
    +62-856 7536 660 (Bogor)
    YIARI Ketapang
    Jl. Ketapang–Tanjungpura RT010, Dsn. Pematang Merbau, Kec. Muara Pawan, Kab. Ketapang, Kalimantan Barat 78813
    +62-856 5237 3497 (Ketapang)
    © Copyright 2026- Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia - All Rights Reserved
    magnifiercross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram