
Masih ingat cerita bimtek SMART Conservation Tool 2 tahun lalu? Nah, kali ini ceritanya lanjut lagi nih di Gunung Pancar!
Pada 16–17 Juli 2026, YIARI dan Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA JABAR) kembali berkolaborasi menggelar bimbingan teknis (bimtek) Penyegaran Penggunaan Aplikasi SMART Conservation Tool untuk lingkup Bidang KSDA Wilayah I Bogor. Nah, Kali ini Kegiatannya diadakan di Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Jawa Barat.
Sesuai dengan namanya, bimtek ini bertujuan membantu teman-teman lapangan dalam memperkuat strategi pengelolaan saat untuk menghadapi tantangan di kawasan melalui SMART Conservation Tool jadi data yang ditemukan bisa dilaporkan dan diolah dari tingkat resor sampai ke balai BKSDA nih. Pelatihan ini juga salah satu bagian dari Rencana Kerja Tahunan (RKT) BBKSDA Jabar dan YIARI soal peningkatan kapasitas SMART Patrol. Ada 25 peserta yang ikut, semuanya staf dan petugas lapang Bidang KSDA Wilayah I Bogor.
Emang penting banget ya SMART Patrol ini buat petugas lapangan?
Penting banget dong, SMART Patrol ini ibarat kayak “media sosialnya” teman-teman di lapangan untuk ngebagiin dan ngelaporin temuan di lapangan ke resor sampai ke balai BKSDA, seru banget ya!
Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah I, Wawan Sukawan, ikut angkat bicara nih Ges. “Penggunaan SMART Patrol sangat membantu rekan-rekan terutama petugas di tingkat tapak dalam mengumpulkan data berbasis bukti (evidence-based) yang ditemui di lapangan serta memperkuat kredibilitas data yang kemudian dikompilasi dan digunakan dalam pengambilan kebijakan di tingkat balai.”
Jadi bukan cuma soal pencatatan aja ya, tapi datanya beneran dipakai buat ambil keputusan penting soal pengelolaan kawasan!
Kegiatan dibagi jadi dua sesi seru: Seminar dan Praktik!
Hari pertama seminar, peserta dibekali materi dasar soal SMART, mulai dari cara unduh aplikasinya, kenalan sama fungsi fitur-fiturnya, cara membuat data model, sampai cara pakainya step by step, semuanya dijelasin sampe detail banget biar peserta punya pemahaman yang kuat. Materinya dijelasin sama Riki atau juga akrab disapa Kang Gepeng dari Divisi Resiliensi Habitat YIARI. Di penghujung seminar ada juga sesi tanya-jawab biar peserta makin paham sama materinya.

Hari kedua, waktunya praktik langsung! Peserta dibagi jadi tiga kelompok beranggotakan 8-10 peserta yang didampingi staf YIARI sebagai pemandu. Mereka keliling-keliling di kawasan Gunung Pancar buat belajar identifikasi kondisi kawasan konservasi, mulai dari temuan satwa, sumber air, pohon tumbang, tanah longsor, sampai ancaman kayak perburuan dan pembalakan liar. Semua data itu langsung diinput pakai SMART Mobile. Nggak cuma itu, peserta juga dikenalin sama SMART Desktop, jadi makin paham kalau SMART bisa dipakai bukan cuma di HP, tapi juga di komputer.

Gimana sih, kata peserta?
Wahyu Indah Setiorini, salah satu peserta dari Resor Bogor bilang kalau aplikasi SMART Patrol ini memang bagian penting banget dari pekerjaannya sehari-hari. Tapi ada harapan juga nih dari beliau, "Saya berharap aplikasi SMART Patrol ini bisa dirancang lebih sederhana sehingga bisa digunakan lebih mudah dan bermanfaat bagi banyak pihak."
Sementara itu, Iman Rosidin dari Resor Cikepuh punya momen favorit tersendiri: "Bagian yang paling berkesan bagi saya itu ketika kita praktik di lapangan secara langsung bareng-bareng, kami belajar mengidentifikasi kondisi di lapangan dan juga bisa diskusi dengan peserta yang lain."
Nah, Isep Mukti Winarja dari Resor Sukabumi juga udah punya rencana nih pasca pelatihan: "Karena pekerjaan saya berada di lapangan, penggunaan aplikasi SMART Patrol ini bikin pendataan jadi lebih akurat, mudah dilaporkan, dan mudah diimplementasikan di lapangan."

Sebelum pulang, ada satu langkah penting lagi!
Sebagai penutup, peserta mengisi post-test buat ngukur seberapa jauh pemahaman mereka soal SMART setelah dua hari belajar bareng ini. Simple tapi penting, biar semua ilmu yang udah dikasih beneran nempel!
Lewat bimtek ini, YIARI dan BBKSDA Jawa Barat terus berkomitmen mengembangkan kapasitas SDM di lingkup Bidang KSDA Wilayah I Bogor dalam pengelolaan kawasan konservasi, khususnya lewat implementasi teknologi SMART Conservation Tool. Dua hari di Gunung Pancar bukan cuma soal belajar aplikasi, tapi juga tentang ngebantu 25 petugas lapangan biar makin percaya diri dan rapi dalam ngumpulin data konservasi.
Dari seminar sampai blusukan bareng, dari SMART Mobile sampai SMART Desktop, semuanya ngarah ke satu tujuan, data yang akurat, cepat dilaporkan, dan bisa jadi dasar keputusan yang tepat buat jaga kawasan konservasi kita. Kolaborasi YIARI dan BBKSDA Jabar ini jadi bukti kalau teknologi dan semangat tim lapangan bisa jalan bareng demi konservasi yang makin solid!
Featured Image: Peserta Bimtek Penyegaran Penggunaan Aplikasi SMART Conservation Tool untuk lingkup Bidang KSDA Wilayah I Bogor (Aldi Primustia | YIARI)
Aldi Primustia

